Total Tayangan Halaman
Selasa, 15 November 2011
TOLAK OBAMA!
Obama pertengahan bulan ini akan kembali datang ke Indonesia...
tentunya bukan sekedar untuk Makan Bakso, Sate, Nasi Goreng ataupun Emping apalagi hanya Pulang Kampung...
Sang pemimpin negara Imperialis Penjajah itu ke Indonesia guna memastikan
Indonesia masih tunduk pada AS, masyarakatnya masih simpatik pada Obama
yang pintar merangkai kata manisnya namun sejatinya lebih ganas dari
racun, dan dia juga ingin memastikan Wilayah2 di Indonesia masih terbuka
untuk diambil kekayaannya oleh AS tnpa ada ancaman.
Hadirilah AKSI SIMPATIK:
TOLAK OBAMA, TOLAK KAPITALISME IMPERIALISME
TEGAKKAN SYARIAH & KHILAFAH
Ahad, 13 Nov 2011, 08.30-12.00 WIB
Istana Negara - Kedubes AS
BERSATU, BERGERAK, BERSAMA TOLAK PENJAJAHAN DALAM SEGALA BENTUK!
CLICK HERE!
Senin, 14 November 2011
Densus Biadab! Aktivis Terduga Teroris Disiksa di Depan Anak-Anak Balita!
Drama kebiadaban pasukan Densus 88 kembali dipertontonkan di pentas negeri yang mengaku menjujung tinggi HAM (Hak Asasi Manusia). Hal tersebut terjadi ketika Densus menangkap terduga Teroris bernama Dian Adi Priyana (DAP) di Pasar Nyamuk Cipondoh Tangerang Selatan, Sabtu (12/11/2011) lalu.
Kepada voa-islam.com, Ummu Yasmin, istri dari terduga teroris Dian Adi Priyana yang menyaksikan penangkapan dan penyiksaan terhadap suaminya menceritakan detik-detik kebiadaban Densus.
Pagi itu, sekira pukul 07.30 WIB, terduga teroris Dian Adi Priana yang disebut polisi terkait dengan jaringan Abdullah Omar sedang mengantar istri dan dua anaknya dengan mengendarai motor ke pasar untuk belanja. Ketika sampai di dekat SDN 3 Cipondoh, sekitar 50 meter dari rumah kontrakannya, tiba-tiba motornya diberhentikan secara paksa oleh Tim Densus 88. Setelah dihentikan paksa kemudian motornya dibelokkan ke arah got, lalu salah seorang anggota Densus 88 menodongkan senjata ke arah Dian dengan sangat kasar. Sementara itu, anggota Densus lainnya menyeretnya dari motor, memukul, menendang dan menginjak-injaknya sampai mulutnya berdarah.
Biadabnya, penganiayaan yang tak manusiawi tersebut dilakukan di depan istri dan dua anak Dian yang bernama Azzam (4,5) dan Syamil (1,5).
Tak sampai di situ, dengan kejinya, kedua anak balita itu juga mendapatkan perlakuan kasar dari tim Densus 88, sama seperti ayah mereka. Azzam yang terluka karena motor terjatuh ke got itu terus menangis melihat ayahnya dipelakukan kasar. Semantara Syamil yang baru berumur 1,5 tahun direnggut dengan paksa oleh tim Densus 88 sampai pelipisnya legam.
Sesaat kemudian, puluhan petugas dari Detasemen Borgol tersebut mengerubuti terduga teroris Dian Adi Priyana bersama istri dan kedua anaknya yang terus menangis karena ketakutan. Tak mau ambil pusing, Ummu Yasmin dan kedua anaknya pun diangkut ke dalam mobil Avanza warna putih, sementara Dian sendiri dinaikkan ke mobil lain warna hitam. Dari dalam mobil, Ummu Yasmin dan kedua anaknya mendengar teriakan takbir dari Dian yang sedang disiksa oleh anggota Densus 88. Teriakan takbir tersebut membuat anggota Densus 88 marah kemudian mereka mengambil lakban dari mobil yang ditumpangi oleh Ummu Yasmin dan kedua anaknya.
“Dengan lakban itulah mulut suami saya dibungkam, mungkin karena mereka membenci suara takbir,” ujar Ummu Yasmin kepada voa-islam.com, Senin (15/11/2011).
Setelah itu, Ummu Yasmin dan kedua anaknya dibawa ke Polsek Cipondoh sedangkan Dian sendiri entah dibawa ke tempat lain, entah ke mana.
Rupanya polisi tidak puas mempertontonkan kebiadaban dalam menyiksa Dian di depan istri dan kedua anaknya. Hari itu juga polisi menjemput dua anak perempuan Dian yang bernama Syifa (11) dan Yasmin (9) yang sedang bersekolah untuk dibawa ke Polsek Cipondoh. Ummu Yasmin dan keempat anaknya pun ditahan di Polsek Cipondoh dari jam 8 pagi sampai larut malam. Jam 21.00 WIB mereka baru diantar pulang.
Selama di penjara, Ummu Yasmin dan keempat anaknya, dua di antaranya masih balita, dipaksa untuk menonton drama kebiadaban Densus 88 yang menyiksa suami dan ayah mereka.
Dampak dari peristiwa tak manusiawi itu, jelas Ummu Yasmin, keempat anaknya, terutama Azzam dan Syamil yang masih balita, sampai sekarang masih trauma dan sering menangis jika mengingat kejadian penyiksaan yang menimpa ayah mereka.
Sangat disayangkan, anak-anak kecil itu adalah generasi bangsa yang tidak berdosa dan tidak mengerti apa itu teroris. Tapi Densus telah menyuguhkan tindakan teror kepada anak-anak suci itu. Anak-anak yang masih polos itu menjadi korban teror dan intimidasi dari negara melalui aparatnya yang katanya menjunjung tinggi HAM.
Soal tudingan bahwa Dian adalah anggota teroris jaringan Abdullah Omar alias Zulfikar yang memiliki senjata api, Ummu Yasmin meragukan tudingan itu. Sebagai istri Dian, ia tidak pernah melihat ataupun mengetahui adanya senjata api di tangan suaminya.
Melalui berita ini, Ummu Yasmin berharap agar jeritan hatinya didengar oleh para aktivis pendekar HAM atau Komisi Nasional Perlindungan Anak. [taz, af] Sumber: (voa-islam.com). Ratu Adil.
Umat Islam Harus Siap Dialog atau Perang Melawan Misionaris Kristenisasi
Menghadapi gencarnya pemurtadan dan kristenisasi yang dilakukan para misionaris Kristen, umat Islam harus siap konfrontasi, baik dialog (mujadalah) maupun perang (qital).
Hal itu diungkapkan Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman, dalam Kajian Ilmiah “Membongkar Kristenisasi dalam Pembohongan Masyarakat” di Masjid Muhammad Ramadhan Bekasi, Ahad (13/11/2011).
Sebelum menghadapi serbuan gerakan pemurtadan baik yang dilakukan oleh Yahudi maupun Kristen, Abu Jibriel, demikian biasa disapa, menekankan agar umat Islam mendiagnosa karakter Yahudi dan Kristen sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah.
“Diagnosa gerakan pemurtadan dan kristenisasi tidak akan tepat bila kita tidak mengkaji anatomi Yahudi dan Nasrani dalam Al-Qur'an,” jelas Wakil Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu.
Abu Jibriel menambahkan, ada lima surat dalam Al-Qur'an yang hampir seluruhnya membongkar watak asli Yahudi dan Nasrani, yaitu surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa’ dan Al-Ma’idah. Bila kita bisa mempelajari lima surat ini dengan baik, kita akan dapat menguasai karakter dan sifat Yahudi dan Nasrani. Karenanya, ikhwan aktivis Islam harus membaca lima surat Al-Qur'an tersebut agar memiliki pemahaman yang benar dan lurus mengenai Yahudi dan Nasrani.
Setelah mengutip surat An-Nisa’ 44-52, Abu Jibriel menyimpulkan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani yang selalu mencela orang-orang beriman. Mereka mengklaim telah mendapat petunjuk Tuhan, padahal justru mereka itulah yang telah memilih jalan kesesatan hingga akhirnya Allah Ta’ala melaknat mereka di dunia dan akhirat.
“Mereka selalu mencerca orang-orang beriman dan mengatakan diri mereka mendapat petunjuk, padahal diri mereka dikutuk dan dilaknat Allah di mana saja mereka berada,” paparnya.
Pimpinan Majelis Ilmu Ar-Royan ini juga mengimbau agar umat Islam berani menolak para misionaris yang datang ke rumah-rumah umat Islam.
“Kalau ada orang Nasrani pakai kerudung datang dengan mengatakan ‘Kami datang membawa keselamatan, jika ibu ingin selamat dunia dan akhirat maka masuklah ke dalam agama Nasrani.’ Kalau bisa ajak dialog, tapi kalau tidak bisa, usir dia! Katakan, ‘Pembohong kamu! Kamu adalah mahluk yang terkutuk di dunia dan akhirat!” tegasnya.
Ustadz Abu Jibriel menambahkan, seharusnya orang Nasrani yang didakwahi agar masuk Islam, bukan sebaliknya. Sebab Allah Ta’ala berfirman dalam surat An-Nisa’ ayat 47: “Hai kaum Yahudi dan Nasrani, berimanlah kalian kepada Al-Qur’an apa yang telah Kami turunkan kepada Muhammad, Al-Qur’an membenarkan Taurat dan Injil, jika kalian tidak mau beriman maka kami akan menghancurkan kamu semua. Kami akan mengembalikan kamu kepada kekafiran atau kami akan mengutuk kamu seperti Kami telah mengutuk orang-orang Yahudi dahulu yang melanggar hari Sabtu. Ancaman Allah pasti berlaku.”
Secara prosedural, jelas Abu Jibriel, ia pernah melaporkan upaya kristenisasi ini ke DPR RI namun tidak pernah ada tindak lanjutnya. “Sekarang ada kasus Mobil Pintar dan banyak lagi macam-macam. Kalau dulu di masa tsunami kami bersama-sama Habib Rizieq mendapati sumbangan yang diberikan kepada para korban tsunami, di dalamnya ada Bibel. Ada pula boneka-boneka yang bila dipencet akan keluar lagu rohani Kristen. Kasus itu sudah kita bawa ke DPR tapi DPR hanya diam saja, tidak ada proses apa-apa,” kenangnya. “Begitu hebatnya kaum Nashara memurtadkan kaum Muslimin tapi kaum Muslimin tak berani!” tambahnya.
Karenanya, Abu Jibriel menekankan agar kaum muslimin menjadi umat yang berani membela agama Allah. “Jadilah berani, jangan jadi penakut terus! Karena apa? Karena kita melaksanakan Al-Qur’an!” tegasnya di hadapan ratusan jamaah majelis Ilmu Ar Royan.
Sementara dalam makalah “Kristenisasi: Upaya Menabur Benih Keresahan & Kebohongan Dalam Masyarakat?” yang dibagikan kepada jamaah, Abu Jibriel memaparkan dua sikap yang wajib dimiliki umat Islam dalam menghadapi maraknya upaya kristenisasi, yaitu:
Pertama, umat Islam harus bersiap sedia kapan saja dan di mana saja untuk menyambut tantangan mereka. Karenanya umat Islam wajib mempersiapkan segala perbekalan yang Allah perintahkan kepadanya sebagaimana firman Allah:
“Wahai kaum mukmin, bersiap dirilah kalian untuk menghadapi kaum kafir dengan segenap kemampuan kalian dan dengan pasukan berkuda, untuk menimbulkan ketakutan pada musuh-musuh Allah, musuh-musuh kalian dan orang lain di luar mereka. Kalian tidak tahu kekuatan mereka, tetapi Allah mengetahui kekuatan mereka. Harta apa saja yang kalian telah dermakan untuk mendanai jihad untuk membela Islam, niscaya Allah akan memberikan pahala kepada kalian dan kalian tidak akan diperlakukan zalim” (Qs Al-Anfal 60).
Kedua, jika kaum Muslimin sudah memiliki kemampuan, haruslah melakukan apa yang telah dilakukan oleh teladan terbaik Rasulullah SAW ketika kesepakatan dan perjanjian damai di kota Madinah dikhianati, beliau dan para sahabatnya memerangi dan mengusir penduduk Yahudi dan Nasrani dari kota Madinah. Allah Ta’ala berfirman:
“Wahai kaum mukmin, perangilah musuh-musuh kalian sampai gangguan terhadap kehidupan beragama lenyap. Sehingga manusia beragama semata-mata karena taat kepada Allah. Jika musuh-musuh kalian mau berhenti dan mengganggu kehidupan beragama, maka antara kalian dengan mereka tidak ada alas an untuk bermusuhan. Bermusuhan diperbolehkan hanya terhadap orang-orang yang melakukan gangguan kehidupan beragama” (Qs Al-Baqarah 193).
“Wahai kaum mukmin, perangilah orang-orang Yahudi dan Nasrani yang tidak mau beriman kepada Allah dan hari akhirat, tidak meninggalkan larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya, dan tidak mau masuk Islam, padahal mereka telah berjanji mengikuti Nabi terakhir, kecuali mereka mau membayar jizyah dengan sukarela dan bersikap merendah” (Qs At-Taubah 29). [taz/ahmed widad] voa-Islam. Ratu Adil.
Sabtu, 12 November 2011
REVOLUSI KAUM MUSLIM INDONESIAKU (RKMI)

Organisasi RKMI (gerakan REVOLUSI KAUM MUSLIM untuk INDONESIAKU)
Didirikan pada tgl. 11 November 2011 di Bogor.
Oleh : Anton Aribowo (Abdul Wahab).
"TUMBANGKAN SISTEM KUFUR KAPITALISME, TEGAKKAN SYARIAT ISLAM DI INDONESIAKU!"
Berjuang dengan segenap harta, jiwa dan raga untuk menggeser dan menumbangkan sistem Kapitalisme di Negeri Indonesiaku tercinta ini dan menggantikannya dengan sistem negara yang berlandaskan sistem Islam.
BAGI KAMI, TAK SUDI NEGARA YANG MEMILIKI UMMAT MUSLIM TERBESAR DIMUKA BUMI, AKAN TETAPI DIKENDALIKAN DENGAN SISTEM PEMERINTAHAN YANG KUFUR!!!
Allah Swt. telah mewajibkan kaum Muslim untuk menyerukan dan menerapkan syariat Islam secara total. Sebab, Islam adalah sistem kehidupan yang berasal dari Allah Swt, diturunkan untuk seluruh manusia. Tanpa mengenal batas wilayah apalagi kondisi zaman. Hanya dengan Islam, manusia mendapatkan ridhai-Nya. Lihat (QS al-Maidah [5]: 3 dan 48)
Rabu, 15 Desember 2010
Hermawan Kartajaya: Nabi Muhammad Itu Berkarakter Pemasaran

Hidayatullah.com--Ahli pemasaran Dr (HC) Drs Ec Hermawan Kartajaya MSc FCIM (UK) menilai, Nabi Muhammad SAW itu merupakan seorang Nabi yang memiliki karakter marketing. "Sebagai pemeluk Katholik, nabi saya saja bukan ahli perdagangan, tapi Nabi Muhammad SAW itu pedagang dan dalam dirinya melekat karakter pemasaran," katanya di Surabaya, Rabu (15/12). Setelah penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa di bidang filsafat pemasaran dari ITS kepada dirinya, ia mengatakan, Nabi Muhammad SAW itu bukan hanya pedagang, tapi dia memiliki karakter Al Amin atau jujur. "Al Amin itu karakter, dan karakter itu melebihi `branding` (merek)," kata penggagas Museum `Marketing 3.0` berkelas dunia di Ubud, Gianyar, Bali itu. Menurut penulis buku-buku marketing yang diterjemahkan dalam 20 bahasa non-Bahasa Inggris itu, marketing itu bukan hanya penjualan atau kalkulasi untung-rugi, namun marketing itu meliputi rasional, emosional, dan spiritual. "Karena itu, saya menggagas marketing 3.0 atau perusahaan dengan spiritual, yakni kejujuran. Jadi, marketing itu bukan hanya rasio dengan produk yang bagus, atau marketing juga bukan hanya emosional dengan produk yang memuaskan, tapi kejujuran juga menentukan," katanya. Didampingi Rektor ITS Surabaya Prof Ir Priyo Suprobo, pendiri MarkPlus Inc. itu mengaku, orang menyangka perkembangan internet akan mendorong untuk berbuat tidak jujur. "Bagi saya, hal itu justru sebaliknya, karena internet akan memaksa orang menjadi beragama, karena siapa saya yang tidak jujur akan menjadi sangat transparan dan tidak ada yang bisa disembunyikan," katanya. Namun, katanya, gagasan "Marketing 3.0" yang mengedepankan kejujuran itu masih banyak dicibiri orang, karena mereka belum percaya, sebab ada orang yang tidak jujur tapi sukses. "Saya yakin, ke depan, marketing yang berkesinambungan itu dibangun atas dasar rasionalitas, emosional, dan spiritual. Kalau tidak jujur akan sulit disembunyikan, apalagi orang Indonesia itu pengguna facebook nomer dua dan pengguna twitter nomer enam di dunia," katanya. Bahkan, ia meyakini Marketing 3.0 yang merujuk pada karakter Nabi Muhammad SAW itu akan membuat marketing di Indonesia lebih maju daripada negara lain, termasuk Amerika. "Nanti, orang Amerika harus `iqra` (membaca atau belajar) tentang pemasaran kepada orang Indonesia," katanya, didampingi Direktur Nanyang Technopreneurship Center, Singapura, Hooi Den Huan PhD. Dalam kesempatan itu, Rektor UI Prof der Soz Gumilar R Somantri menilai, Hermawan Kartajaya merupakan doktor kehormatan yang Islami, karena filsafat marketing yang digunakan dari ajaran Islam, karena itu masyarakat Muslim hendaknya belajar kepada beliau untuk lebih meyakini keindahan Islam itu," katanya.
Senin, 25 Oktober 2010
Ipar Mantan PM Inggris Lauren Booth Masuk Islam, Kini Rajin Shalat & Baca Al-Quran
LONDON (voa-islam.com) – Setelah berikrar dua kalimat syahadat 6 pekan lalu, kehidupan Lauren Booth sangat religius. Adik ipar mantan Perdana Meteri Inggris Tony Blair ini telah mengenakan jilbab, rajin shalat 5 waktu dan baca Al-Qur'an setiap hari. Laurent juga meninggalkan alkohol dan daging babi kesukaannya.
Lauren Booth, memutuskan masuk Islam setelah mendapatkan ‘pengalaman suci’ di Iran. Penyiar dan jurnalis berusia 43 tahun itu menyatakan, sekarang dia mengenakan jilbab ketika keluar rumah, shalat 5 waktu sehari dan mengunjungi masjid bila ada kesempatan.
Dia memutuskan menjadi Muslimah 6 minggu lalu setelah mengunjungi Masjid Fatima Al-Masumeh di Kota Qom, Iran.
“Saat itu Selasa petang dan saya duduk dan merasakan suntikan semangat spiritual, hanya kebahagiaan mutlak dan sukacita,” katanya seperti dilansir media Inggris, The Mail, Minggu (24/10/2010). Setelah dia kembali ke Inggris, dia memutuskan pindah keyakinan.
….Sekarang saya tidak makan daging babi dan saya membaca Al-Qur’an setiap hari….
“Sekarang saya tidak makan daging babi dan saya membaca Al-Qur’an setiap hari. Sekarang saya sampai di halaman 60,” ujarnya.
“Saya juga belum minum minuman beralkohol selama 45 hari, periode terpanjang selama 25 tahun. Hal yang aneh adalah bahwa sejak saya memutuskan untuk pindah agama, saya tidak ingin menyentuh alkohol, padahal saya adalah seorang yang mendambakan segelas atau dua gelas anggur di akhir hari,” bebernya.
Apakah nantinya dia akan mengenakan burka? “Siapa yang tahu di mana perjalanan rohani saya akan membawa saya?” jawabnya.
….Sejak saya memutuskan untuk pindah agama, saya tidak ingin menyentuh alkohol, padahal saya adalah seorang yang mendambakan segelas atau dua gelas anggur di akhir hari….
Sebelum mendapat pencerahan di Iran, Lauren telah ‘bersimpati’ pada Islam dan menghabiskan banyak waktu untuk bekerja di Palestina. “Saya selalu terkesan dengan kekuatan dan kenyamanan yang diberikan, “ katanya soal agama Islam.
Lauren, yang bekerja untuk Press TV, televisi siaran Iran berbahasa Inggris, merupakan penentang vokal perang Irak. Pada Agustus 2008 dia pergi ke Gaza dengan kapal dari Siprus bersama 46 aktivis lainnya, untuk menyoroti blokade Israel atas Gaza. Dia kemudian ditolak masuk Israel dan Mesir.
Pada 2006, dia merupakan kontestan reality show ‘I am A Celebrity... Get Me Out Of Here!’ di ITV dan mendonasikan fee-nya ke lembaga amal Palestina.
….Lauren berharap, perpindahan imannya menjadi seorang Muslimah itu bisa membantu Tony Blair, agar mengubah praduganya tentang Islam….
Lauren berharap, perpindahan imannya menjadi seorang Muslimah itu bisa membantu Tony Blair, yang memperistri kakak tirinya, Cherrie, mengubah praduganya tentang Islam. Tony Blair adalah pendukung George Bush dalam perang Irak. [taz/dtk]